Pertanyaan Umum Seputar Web Hosting

Memilih web hosting terkadang menjadi hal yang paling memusingkan buat customer, mereke mengemukakan banyak pertanyaan seputar web hosting agar nantinya website mereka aman jika dipercayakan kepada salah satu web hosting provider. Sebagai penyedia web hosting, kami juga banyak mendapatkan pertanyaan mendasar mengenai web hosting itu sendiri, dan itu wajar karena pelanggan ingin mendapatkan layanan yang terbaik untuk website mereka. Beberapa dari pelanggan nampaknya kurang beruntung karena harus beberapa kali pindah layanan  web hosting, hingga mendapatkan yang terbaik buat mereka. Bahasa marketing memang selalu manis, walau pada pelaksanaanya sering tidak sesuai harapan customer.

Saya rangkumkan beberapa pertanyaan umum dari pelanggan web hosting kami, yang mungkin dapat berguna buat anda yang ingin mencari layanan web hosting terbaik untuk website anda.

Pertanyaan Seputar Web hosting

Lebih baik mana Windows Hosting apa Linux Hosting?

Masing-masing memiliki kelebihan kekurangan dari sisi kinerja, namun dari sisi penggunaan Operating system untuk web server oleh web hosting provider, linux masih unggul dari pada windows dari sisi penggunaannya. Mungkin pertimbangannya karena linux berlisensi GPL, dan dukungannya juga lintas forum lintas negara.

Sedangkan dari sisi ekonomisnya, karena windows menggunakan lisensi berbayar, belum lagi aplikasi-aplikasi pendukungnya, maka akan berpengaruh terhadap harga penjualan paket hostingnya. Secara otomatis  dengan spesifikasi yang sama harga berlangganan paket Windows hosting akan lebih tinggi daripada Linux Hosting.

Berapa lama waktu yang diperlukan untuk Setup Akun Web Hosting?

Dalam aktivasi akun web hosting, ada 2 hal yang dilakukan oleh penyedia web hosting, pertama adalah melakukan create akun di Server Web Hosting, dan yang kedua melakukan binding nama domain dengan akun web hosting yang bersangkutan melalui DNS-nya.

Propagasi DNS

Untuk domain ini ketika anda mendaftarkan domain ke registrar, anda diharuskan menuliskan nameserver untuk domain terebut. Penulisan nameserver ini dimaksudkan sebagai penunjuk DNS master authority dari nama domain yang bersangkutan, atau lebih gampangnya database utama dari nama domain tersebut. Pihak luar yang ingin mengunjungi website anda dengan mengetikkan nama domain tersebut, akan menanyakan ke nameserver, perihal data domain domain, kemudian nameserver memberikan alamat ip dari domain tersebut, sehingga website anda bisa terlihat.

Masing-masing ISP memiliki cache DNS, dan memiliki waktu update DNS yang berbeda-beda, sehingga perlu waktu agar data registrasi domain itu menyebar ke DNS ISP di seluruh dunia, waktu inilah yang dinamakan propagasi DNS. Diperlukan waktu 24-72 jam untuk propagasi ini bisa menyebar ke seluruh dunia.

Kesimpulannya, soal berapa lama waktu yang diperlukan untuk aktivasi akun, berdasarkan keterangan di atas, semua tergantung masing-masing web hosting provider. Waktu yang fair dengan segalanya berjalan normal adalah 24 jam dari ketika anda melakukan pembayaran. Beberapa Web hosting mungkin bisa mengaktifkan akun anda lebih cepat.

Siapa yang akan melakukan Backup Saya atau Web Hosting Provider-nya?

Most definitely you, karena andalah pemegang otoritas website anda sendiri, dan tahu kapan akan melakukan update, sehingga jika anda mengandalkan backup reguler dari web hosting anda, bisa tidak sesuai harapan nantinya jika terjadi sesuatu.

Benarkah Layanan saya Unlimited?

Dalam dunia yang mempunyai resource terbatas (ada batasnya), tidak ada kata unlimited di dalamnya. Percayalah itu cuma bahasa marketing. Hal bijak adalah menggunakan layanan  paket hosting sesuai dengan kebutuhan dan anda mengeluarkan biaya yang sesuai untuk itu, untuk apa anda memikirkan layanan bandwith unlimited, addon domain unlimited, email unlimited, sementara web anda belum teruji dampaknya untuk orang lain?.

Berapa ukuran ideal Uptime Server?

Uptime adalah jumlah waktu dalam satuan waktu tertentu, dimana Web Hosting Server dalam keadaan berfungsi penuh (termasuk semua service-service-nya), Sebaliknya downtime adalah jumlah waktu ketika server tidak dalam keadaan berfungsi penuh. Memang tidak ada patokan resmi perihal uptime ini, namun untuk dalam rata-rata layanan sebuah website yang dijamin selalu “menyala” 99,5%-99,99%  adalah nilai yang realistis mengingat keseriusan layanan  dari web hosting provider sendiri dan kebutuhan pelanggan untuk reliablitas website-nya. Namun juga perlu anda ingat bahwa software pendukung web hosting server adakalanya perlu untuk dilakukan update, dan untuk update yang menyeluruh (seperti update engine database, update apache web server dll), pihak provider perlu mematikan server-nya.

Ada beberapa pertimbangan yang perlu pembaca perhatikan mengenai masalah uptime ini dalam memilih layanan web hosting.

  1. Jika anda ingin layanan server dengan uptime 100% (atau bahkan 99.99%) adalah tidak mudah dan tidak murah juga.
  2. Fokuslah pada Kualitas layanan bukan pada kuantitas, karena bahkan yang menjanjikan refund ketika granasi uptime dilanggar pun, sering kali tidak transparan mengenai status server web hosting mereka.
  3. Pilihlah Webhosting dengan Hardware dan dukungan data center yang bagus, mereka biasanya memiliki sistem redundancy sebagai untuk mengatasi keadaan yang tidak diinginkan.A
  4. SLA (Service Level Agreement) dan Uptime Guarantee bisa jadi sebuah trik marketing.
  5. Anda bisa gunakan 3rd party software (banyak layanan gratis untuk memonitor uptime) untuk memonitor status uptime server yang anda gunakan.
  6. Akhirnya anda perlu satu patokan yakni layanan yang reliable, dimana web hosting provider mengutamakan uptime server maksimal, Data Center yang representatif, serta keterbukaan layanan ketika terjadi layanan yang terhenti akibat sebuah gangguan. Karena 99,9% Uptime server “terkadang” hanyalah cuma sekedar angka untuk lebih memperlihatkan layanan yang tangible, alias meyakinkan calon customer web hosting.

Semoga bermanfaat… 🙂

Hotlink Protection melalui Cpanel

Hotlink Protection adalah  langkah proteksi untuk mencegah pengambilan objek website anda oleh website lainnya. Object ini bisa berupa file atau gambar yang tanpa anda ketahui langsung dicomot begitu saja dari website anda dengan memasang direct link ke file/gambar tersebut. Dari sekian metode hotlink protection ini, salah satunya adalah dengan memanfaatkan fasilitas di Cpanel akun web hosting anda. Dengan mengaktifkan fitur Hotlink Protection di cpanel, akan memberikan perlindungan file gambar, video atau file lainnya agar dipasang begitu saja oleh web lain, dengan menggunakan direct link.

Hotlink Protection untuk menghemat bandwidth

Proteksi Pencurian Bandwidth

Well, untuk shared hosting dimana bandwidth adalah sumber nafas utama web anda, dan itu terbatas alokasinya, mengaktifkan hotlink protection, mungkin adalah salah satu alternatif yang efisien, terutama jika website anda banyak memuat file gambar, video, document dan lain-lain, yang secara mudah dapat diambil oleh website lain. Jika website lain menggunakan direct-link ke gambar atau file lainnya di website anda, untuk ditampilkan di web mereka, mereka akan banyak menggunakan jatah bulanan bandwidth anda daripada bandwidth mereka, terkecuali memang anda ingin memberikan layanan semacam youtube, sehingga website lain bisa mencomot begitu saja file yang berada di website anda.

Jika anda ingin mengaktifkan fasilitas hotlink protection di Cpanel, marilah kita cermati gambar dan keterangan berikut :

Menu Hotlink Protection

  • Syarat utama adalah anda mempunyai akun cpanel di web hosting anda, langkah standar adalah login menggunakan username dan password, kemudian anda masuk front end cpanel, anda pilih icon hotlink protection, sesaat kemudian anda akan dibawa kepada tampilan seperti di atas.
  • Sebelum tergesa-gesa mengisi kolom-kolom yang ada, anda perhatikan dulu status hotlink protection, pada gambar di atas statusnya berbunyi “Hotlink Protection is currently Disabled. Untuk mengaktifkannya anda klik tombol enable.
  • Kolom dibawahnya dan seterusnya adalah konfigurasi dari Hotlink Protection, Pertama anda masukkan nama URL yang akan diberikan akses untuk file-file anda, secara defaut disitu sudah terdapat url anda sendiri, seperti tampak dalam gambar, anda tinggal menambahkan alamat url yang akan diijinkan untuk mengakses file-file anda.
  • Berikutnya anda mengisi ekstensi file apa saja yang anda block, jika terjadi direct-link oleh website lain, tentu saja selain yang sudah didefinisikan di kolom di atasnya. Anda bisa memasukkan lebih dari satu ekstensi file, masing-masing ekstensi anda pisahkan dengan tanda koma (,).
  • Lanjut ke bawahnya, anda masukkan link URL untuk redirect access jika terjadi percobaan akses terhadap file-file yang anda maksudkan diatas.
  • Jika anda akan mengijinkan direct request, menampilkan link file-file tersebut melalui web browser, maka  pilihan Allow Direct Requests anda centang.

Selesailah sudah, file-file anda seharusnya sudah aman dari pencurian link, dan anda dapat lebih menghemar bandwidth bulanan anda (yang terbatas) :).

Trafik Website antara Impressions dan Clicks

Impressions dan Clicks (saya lebih suka memilih nama aslinya daripada menterjemahkannya) adalah hal yang umum ketika anda menganalisa halaman web anda terhadap respon pengunjung yang didapat. Bagi anda yang peduli dengan trafik website yang anda kerjakan, lengkap dengan segala jargon SEO, optimasi keyword dan sebagainya, anda tentu ingin mengetahui impressions dan clicks ini memiliki maksud apa yang sebenarnya. Anda telah mempelajari berbagai macam tips SEO, anda telah mengerahkan daya upaya untuk optimasi keyword, sekarang anda tinggal menganalisa respon pengunjung terhadap halaman web yang anda buat. Sampailah anda pada analisa webstat di cpanel web hosting anda dan membaca keterangan, Impressions ? Clicks apa pula itu?

Impressions – Sesuai namanya, dalam dunia statistik web, impressions berarti sebuah keadaan dimana pengunjung web melihat atau menyaksikan (sepintas) website atau link dari website anda, tetapi tidak melakukan click terhadap link halaman tau website yang dilihatnya. Secara sederhana dapat dikatakan pengunjung melihat link website anda atau halaman website anda pada sebuah web lain (iklan), namun pengunjung tidak melakukan aksi lebih lanjut untuk mengunjunginya (melakukan click through).

Clicks – Berarti suatu keadaan dimana pengunjung web melakukan kunjungan ke website anda dari sebuah link yang menuju website atau halaman website anda (click through). Jika angka yang menunjukkan status ini meningkat dari kehari dan cukup signifikan, maka usaha anda untuk mempertajam insting SEO, dan segala macam optimasi keyword mulai berbuah, anda pun tidak akan sia-sia jika anda mungkin melakukan investasi dengan menaruh website anda dihalaman iklan. Website anda menuju ke ketenaran :D.

Skema Impressions vs Clicks

Impressions Vs Clicks

Jika kita ibaratkan website anda sebuah toko kelontong di jalan protokol, impression menunjukkan skor berapa orang yang lewat didepan anda melihat toko anda, sedangkan clicks adalah berapa orang yang melihat kemudian mengunjungi toko anda. Jika jalan protokol anda ramai otomatis prosentase impressions bisa menjadi tinggi, tapi belum tentu akan menjamin status clicks juga akan menjadi tinggi. Untuk mendapatkan status clicks yang tinggi makan anda harus memastikan pengunjung tertarik untuk mendatangi toko anda. simple? ya memang simple, walau pada pelaksanaannya bisa membuat frustasi.

Untuk mendapatkan skor impression tentu saja anda harus membuat link ke website anda visible dalam trafik di internet, entah melalui iklan, media sosial, penajaman keyword dengan topik halaman, dan sebagainya. Angka impressions yang tinggi membuka kesempatan untuk mendapatkan skor clicks yang tinggi pula, tentu saja dengan menjamin apa yang dicari oleh pengunjung dapat ditemukan di website anda, sehingga pengunjung merasa tertarik mengunjungi website anda dan bukan hanya sekedar jebakan link.

Impression rendah berarti website anda kurang terlihat, pada keadaan ini anda jangan berambisi meningkatkan jumlah clicks terlebih dahulu, status website anda adalah nowhere near, alias seperti jarum dalam tumpukan jerami. Jarak yang cukup jauh antara skor impressions dan clicks, menunjukkan website anda kurang bisa menarik pengunjung. Hal utama dalam menarik pengunjung adalah konten, anda membuat konten populer atau bahkan kontroversial, unik dan otentik akan menjadi senjata yang handal.

Jika skor Clisks anda tinggi dan berkembang dari hari kehari maka investasi waktu, tenaga dan uang untuk website anda tidak sia-sia, website anda menarik banyak pengunjung, pengunjung berarti trafik. Trafik inilah sumber mata pencaharian anda di dunia online. Plain and simple… 🙂

Membuat file php.ini untuk shared hosting

PHP.ini adalah file yang dipergunakan untuk setting konfigurasi PHP di akun hosting anda. File ini bisa anda konfigurasi sesuai dengan kebutuhan web anda. Di dalamnya terdapat setting register global variable, display errors, log errors, max uploading size dan lain-lain. Provider Webhosting anda telah menetapkan konfigurasi standar PHP (melalui php.ini) untuk semua akun yang berada di dalamnya. Namun jika anda memiliki kebutuhan khusus untuk konfigurasi PHP, maka file inilah yang harus anda sesuaikan.

Ketika PHP server start-up, system akan pertama kali membaca beberapa setting yang terdapat dalam PHP.ini. Nah jika anda ingin menyesuaikan dengan kebutuhan website anda sendiri, anda perlu melakukan overwrite konfigurasi yang secara default terdapat pada webhosting anda dengan konfigurasi anda sendiri. Caranya Bagaimana?, baiklah kita ikuti beberapa langkah sederhana di bawah ini :

PHP Logo

File PHP.ini

Logisnya jika anda ingin mengkustomisasi konfigurasi PHP diwebsite anda, maka anda perlu mendapatkan file PHP.ini kan?. Sebenarnya anda cukup menuliskan baris php.ini directive yang anda inginkan, namun supaya tidak terjadi kesalah syntax yang malah nanti lebih membingungkan, ada baiknya anda mendownload file PHP.ini yang bisa anda dapatkan di sini, untuk kemudian anda edit menggunakan text editor favorit anda.

Nah penting untuk anda ketahui disini, selain baris directive yang anda perlukan, ada baiknya baris-baris konfigurasi lainnya, anda hapuskan. Kenapa? karena setiap baris directive yang ada pada file PHP.ini anda akan menimpa konfigurasi PHP.ini webhosting anda, dan akibatnya bisa membuat web anda justru tidak stabil, karena bagaimanapun juga provider webhosting anda telah melakukan konfigurasi yang paling optimal untuk system mereka.

PHP Directive

Alternatif lainya, selain anda mendownload file PHP.ini adalah anda membuat sendiri file PHP.ini kemudian anda tuliskan baris directive yang bisa anda lihat di sini. Anda bisa membuatnya menggunakan text editor kesukaan anda, anda buat file baru, tulis kan baris directive yang anda kehendaki sesuai dengan kebutuhan website anda. anda simpan dengan nama file PHP.ini.

Upload File PHP.ini

Setelah File PHP.ini anda siap, langkah selanjutnya adalah meng-upload file tersebut ke home directory akun web hosting anda, melalui File Manager CPanel atau dengan FTP Client favorit anda. Di mana itu Home Directory? Home directory adalah direktori user web hosting anda, biasanya terletak di /home/namauser/ (relatif tergantung dari sistem webserver yang digunakan). Penempatan di home directory ini lebih mudah dalam pengecekan dikemudian hari dari pada anda menempatkannya di document root (public_html) karena disana akan bercampur dengan file-file untuk website anda. Sampai di sini anda sudah berhasil melakukan konfigurasi PHP.ini untuk website anda. Mudah?

Cara Restore Backup Website

Setelah kita membaca (atau mempelajari mungkin) Backup Website Melalui Cpanel, maka pada artikel ini kita akan membahas bagaimana cara melakukan restore backup jika terjadi hal yang tidak diinginkan dengan website kita. Seperti artikel sebelumnya, Backup file website melalui cpanel anda terdiri dari dua tipe backup, yaitu full backup dan partial backup. Dalam Cpanel tersedia fasilitas restore backup, namun hanya untuk partial backup, sedangkan untuk full backup anda memerlukan akses root SSH karena anda perlu merestore semua konfigurasi akun webhosting anda.

Persiapan Sebelum melakukan Backup

Sebelum melakukan backup persiapan apa yang harus anda lakukan?. Tentulah dengan mempersiapkan file backup terlebih dahulu kan. Setelah anda melakukan full backup, anda bisa mendowload file backup tersebut, untuk kemudian anda simpan di komputer atau di server lain. Untuk partial backup dapat anda download masing-masing file backup yaitu home directory, MySQL Databases, Email Forwarder Config, dan Email Filter Config, dan menempatkannya di Komputer atau Laptop anda.

Restore (partial) Backup melalui Cpanel

Seperti pada proses pembuatan backup anda harus terlebih dahulu login cpanel menggunakan username dan password akun anda. Setelah itu anda akan dibawa menuju ke frontend Cpanel seperti tampak pada gambar di bawah ini :

front end cpanel restore

Di sini anda bisa memilih icon backup wizard (sorot merah), yang terdapat pada kelompok icon ketiga. Anda klik icon backup wizard dan kemudian di layar anda akan tertampil menu seperti di bawah ini :

Backup Wizard

Disini tertampil 3 tab pilihan yakni (1) Backup/Restore, (2) Full or Partial backup, (3) Download. Karena anda ingin melakukan restore backup, anda sudah berada dalam pilihan pertama yaknin Backup/Restore, anda pilih kolom sebelah kanan dan klik tombol Restore. Selanjutnya di layar anda akan tertampil, menu restore seperti di bawah ini :

Menu Restore

Dari sini anda dibawa menuju tab kedua Restore Type, kemudian and bisa memilih tipe restore yang terdiri dari 3 bagian yaitu, Home Directory, MySQL Databases, dan Email Forwarder and Filter. Pilihlah Tipe restore yang anda inginkan taruh kata home directory, anda klik pilihan home directory, untuk selanjutnya akan dibawa ke tab ketiga yakni upload file backup anda.

Upload Restore File

Di Langkah terakhir ini anda akan melakukan upload file backup untuk home directory, klik Browse carilah file backup anda yang sudah anda download, kemudian anda klik upload. Proses selesainya restore backup ini tergantu pada besar kecilnya file backup dan kecepatan transfer upload file backup tersebut, setelah proses selesai makan anda akan diberitahu melalui konfirmasi di layar bahwa proses backup telah selesai.

Mudah bukan? untuk melihat hasilnya anda bisa melakukan refresh tampilan URL website anda melalui browser yang digunakan.

Restore Full Backup

Saya tekankan disini bahwa Restore Full Backup membutuhkan otorisasi root, sehingga tidak bisa dilakukan melalui cpanel shared hosting maupun reseller hosting.

Backup Website melalui Cpanel

Backup adalah suatu kegiatan yang tidak menyenangkan, tetapi saya menyarankan harus anda lakukan, terutama menyangkut data-data yang anda perlukan untuk usaha/pekerjaan anda. Dalam dunia website backup data website akan menyelamatkan anda dari keterpurukan akibat hilangnya atau terhapusnya data baik karena system maupun gangguan dari luar. Bersyukurlah dewasa ini penyedia web hosting menggunakan aplikasi cpanel untuk pengelolaan akun klien-nya dan di dalamnya telah tersedia fasilitas backup.

Baiklah kita akan mempelajari step by step backup website melalui cpanel website anda. Syarat utamanya apa? ya anda harus memiliki akun cpanel ditempat anda berlangganan hosting.

Proses Backup Website menggunakan Cpanel

Langkah pertama tentu saja anda login ke akun cpanel web hosting anda, biasanya url yang dipergunakan adalah http://www.namadomain.com/cpanel (namadomain.com dapat diganti dengan nama domain anda), setelah masuk ke halaman utama cpanel akan terlihat tampilan frontend cpanel seperti berikut :

frontend cpanel

frontend cpanel

Dalam gambar diatas bisa ditemukan icon backup (tersorot merah) pada kelompok kotak ketiga, setalah anda klik icon backup tersebut anda kemudian akan dibawa menuju halaman backup.

Tampilan Backup

Dalam halaman tersebut terdapat dua pilihan backup, yaitu full backup dan partial backup. Full Backup berarti seluruh konten website anda akan dibackup, sementara partial backup adalah backup terpisah dimana masing-masing bagian seperti home directory, database, email filter, dan email forwarder dapat dibackup terpisah.

Langkah-langkah Full Backup

Untuk mengetahui langkah-langkah full backup, anda klik Download or generate full backup website, kemudian anda akan dibawa ke tampilan seperti dibawah ini :

Tampilan full backup

Selanjutnya anda akan diberikan pilihan tujuan file backup akan disimpan, disana terdapat beberapa pilihan, Home Directory, Remotr FTP Server, Remote FTP Server (passive mode), dan SCP (Secure Copy). Apa maksud dari masing-masing pilihan tersebut?

Home Directory

File Backup akan diletakkan di Home Directory dari website anda, untuk kemudian anda download untuk disimpan ditempat lain yang aman (misal di PC anda). Jika anda letakkan di Home Directory maka nantinya akan terdapat link halaman tersebut, nama file backup untuk kemiudian anda bisa men-download-nya. Anda tinggal melakukan klik Generate Backup untuk memulai proses Backup.

Remote FTP Server (Mode Aktif)

Pilihan ini digunakan jika anda akan menyimpan file backup anda  ke server hosting lain yang memiliki akses FTP (File Transfer Protocol), keterangan yang diperlukan adalah alamat server FTP, username dan password FTP anda, kemudian port yang digunakan (FTP port 21), serta alamat directory tujuan.

Remote FTP Server (Mode Pasive)

Pilihan ini dari sisi klien bisa dikatakan sama dengan mode aktif, yang membedakan kedua mode tersebut hanyalah proses terjadinya koneksi antara server anda sekarang dengan server FTP Tujuan.

Secure Copy (SCP)

Adalah proses penyimpanan file backup ke server lain menggunakan transfer antar server melalui protocol SSH (Secure Shell). Sama seperti Kedua pilihan transfer FTP diatas anda harus mengetahui nama server tujuan, username dan password SSH server, dan port SSH (22) yang dipergunakan. Untuk ketiga mode Transfer file tersebut menggunakan pilihan yang sama seperti berikut :

Menu Transfer Mode FTP

Setelah anda benar memasukkan isian akun FTP/SCP anda, lankah selanjutnya adalah klik Generate Backup. Proses Backup segera dilakukan, namun waktu yang diperlukan sampai selesainya proses tergantung dari besar sedikitnya file dalam website anda, dan untuk mode transfer ke server lain (FTP dan SCP) proses backup juga ditentukan oleh kecepatan transfer data dari server anda ke server tujuan.

Nah sampai proses ini anda sudah mempunyai file backup untuk website anda, jika suatu haru nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang menyebabkan hilangnya konten website. Bagaimana untuk restore backupnya? baiklah kita akan bahas pada artikel berikutnya 🙂

Memahami Server Resources

Server Resources (sumber daya server), saya lebih suka memakai istilah aslinya, supaya tidak ada pembiasan arti, adalah salah satu poin dalam web hosting yang harus diwaspadai oleh pemilik website, untuk kelancaran website-nya. Server Resources bisa diartikan secara sederhana sebagai jumlah RAM dan proses CPU yang dipergunakan oleh website anda di server web hosting yang anda pergunakan.

Anda memiliki sebuah website yang anda tempatkan pada sebuah provider web hosting, dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan nampaknya sangat mendukung kelancaran website anda. Website anda lancar untuk diakses, uptime yang bagus, serta mendapatkan jatah bandwidth bulanan yang besar. Namun seiring berjalannya waktu, seiring dengan jumlah pengunjung yang besar, dan semakin kompleks-nya proses dalam web, dan semakin gembira-nya anda melihat hasil kerja berhasil, anda mendapati website anda tidak dapat diakses lagi dan terdapat tulisan “SUSPENDED”.

Account suspended

Anda lantas menghubungi CS dari provider host tempat anda meletakkan website anda, jawabannya adalah website anda melanggar kebijaksanaan penggunaan (acceptable use policy), wujudnya adalah penggunaan server resources  yang melebihi toleransi maksimum. Nah anda mungkin bertanya-tanya, apa dan bagaimana itu server resources dalam server web hosting?

Marilah kita  andaikan server web hosting sebagai komputer anda di rumah, anda menjalankan beberapa program secara bersamaan. Anda membuka aplikasi Adobe Photoshop, Chatting, MP3 Player, Editor Web, Web browsing, sekaligus burning DVD. Menjalankan aplikasi tersebut secara bersamaan akan menyebabkan beban kerja CPU meningkat dan juga menkonsumsi RAM, dan menyebakan respon aplikasi anda  melambat jika CPU anda tidak terlalu hebat.  Memang kekuatan komputer atau server sering diukur berdasarkan CPU dan RAM yang dipergunakan untuk menjalankan program-program yang ada.

Nah sekarang misalkan anda sedang melakukan burning DVD, sambil mengerjakan penyuntingan gambar resolusi tinggi, karena kedua aplikasi tersebut, memakan banyak proses CPU, dan ketersediaan RAM, mengakibatkan respon seluruh aplikasi yang anda buka tadi melambat, atau malah tidak ada respon sama sekali (hang). Lantas apa tindakan anda? tentu saja dengan mematikan program burning DVD, dan penyunting gambar anda, dan beberapa aplikasi yang lainnya sehingga komputer anda bisa “hidup” kembali.

Jika anda mempunyai website yang terlalu banyak menggunakan server resource, akibatnya akan sama seperti penjelasan di atas. Dalam sebuah server ada banyak website ditempatkan, masing-masing web seperti sebuah program aplikasi yang memakan resource server yang dipakai bersama website lainnya. Jika sebuah website menggunakannya terlalu banyak,  website tersebut memang biasanya di-suspend agar tidak mengganggu website lainnya. Akibat dari dimatikannya sebuah website (milik klien) provider hosting tentunya akan siap jika seorang pelanggan marah-marah, namun bagaimana jika lebih dari sebuat website mengakibatkan hal yang sejenis?

Bagaimana Mengatasinya?

Ganti Paket Hosting. Bagi pelanggan dengan mengganti paket hosting dari shared hosting ke dedicated hosting memberikan ketersediaan server resource, yang semula dipake secara bersamaan oleh berbagai macam website, untuk kemudian dipake sendiri. Beralih ke dedicated server berarti lebih banyak server resource yang tersedia, demikian juga dengan semakin banyak pula alokasi biaya yang harus dianggarkan untuk berlangganan dedicated server.

Manajemen Resource. Ini adalah langkah yang paling ekonomis, dengan sedikit lebih teliti anda dapat menghemat penggunaan resource, antara lain dengan optimasi database, hapus proses yang tidak perlu, selalu update aplikasi dengan versi yang terbaru.

Kebijakan Web Hosting Provider

Yang wajib diketahui oleh pelanggan adalah, setiap server dari masing-masing provider web hosting dikonfigurasi berbeda satu dengan yang lainnya. Jadi tidak ada patokan resmi kira-kira berapa server resource maksimal yang dialokasikan untuk sebuah website. Mereka biasanya memiliki namanya Resource Usage Policy atau Acceptable Use Policy, yang didalamnya diatur semacam perjanjian mengenai penggunaan server resource untuk masing-masing kliennya.

Intinya adalah Sebuah server adalah sebuah sumber daya terbatas, sehingga perusahaan provider web hosting mengatur keterbatasan tersebut dengan pengaturan penggunaan entah itu melalui AUP atau Resource Usage Policy, supaya masing-masing pelanggan dapat mengoptimalkan website mereka untuk keperluan masing-masing. Kalo sudah demikian bagaimana provider web hosting yang menawarkan berbagai fasilitas yang unlimited? Anda bisa menilai sendiri … hehehe

Transfer Domain dan Ketentuannya

Transfer Domain

Transfer domain adalah perpindahan pengaturan domain dari satu registrar ke registrar lainnya. Registrar hanya berfungsi melakukan pengaturan terhadap domain, sehingga perpindahan antar registrar, tidak akan mengganggu aktifitas website, email yang berkaitan dengan domain tersebut, maupun dns-nya.

Registrar adalah suatu badan yang bertugas mengurusi pemesanan domain internet.

Mengapa perlu Transfer Domain ?

Ada beberapa alasan yang menyebabkan pemilik domain melakukan transfer domain yang ia miliki :

  1. Harga, di sini harga memegang kendali prioritas utama dalam pengambilan keputusan orang melakukan transfer domain, perbedaan harga walau hanya dalam kisaran ratusan rupiah selisihnya, orang cenderung memilih domain dengan harga yang lebih murah. normal kan?
  2. Administrasi Domain dan Hosting, pemilik domain berpindah layanan hosting dari hosting provider lama ke yang baru. Demi alasan kemudahan pengurusan administrasi billing, pemilik domain melakukan transfer domain, jika antar kedua provider hosting tersebut menggunakan registrar yang berbeda.
  3. Support, pemilik domain melakukan transfer domain ke registrar yang dirasa support-nya paling bagus untuk mereka.
  4. Fitur Domain, Fitur domain yang lebih baik termasuk juga interface (antar muka) domain control panel untuk mengatur domain miliknya, juga ikut berpengaruh terhadap keputusan melakukan transfer domain.

Proses Transfer Domain

Sebelum melakukan proses transfer domain, ada beberapa hal dibawah ini yang harus diperhatikan mengenai status domain yang akan kita transfer, Domain anda tidak atau belum bisa ditransfer jika dalam keadaan seperti berikut :

  1. Berusia kurang dari 60 hari, dari saat pendaftaran atau dari terakhir melakukan proses transfer.
  2. Theft Protection/Lock/ Suspension dalam keadaan aktif (enable) pada domain yang akan ditransfer. Untuk melakukan proses transfer pastikan ketiga mode tersebut tidak aktif pada domain (disable).
  3. Privacy Protection dalam keadaan aktif (enable) pada domain, sebelum melakukan proses transfer privacy protection harus di non aktifkan dulu (disable) pada domain yang bersangkutan.
  4. Status domain berada dalam Redemption Grace Periode, atau Pending Delete. Dalam keadaan ini domain anda tidak dapat dilakukan proses transfer.

Nah.. sekarang bagaimana proses transfer domain dilakukan? mari kita simak pemaparan berikut :

  1. Pelanggan memilih mode Transfer Domain untuk memulai proses inisiasi transfer domain yang dimaksud dengan ketentuan domain seperti di atas, dengan memasukkan Kode transfer domain (EPPAuth Code, Transfer Secret)  dari registrar lama. Pada proses ini juga diakhiri dengan pendaftaran account pelanggan ke registrar yang baru.
  2. Registrar baru mengirimkan email ke pelanggan yang berisi konfirmasi telah dilakukan inisiasi proses transfer,  dan disertakan link untuk melakukan persetujuan proses transfer tersebut.
  3. Registrar baru melakukan pemberitahuan kepada registrar lama, bahwa telah dilakukan permintaan proses transfer domain.
  4. Registrar lama mengkonfirmasi pelepasan domain ke registrar baru, dengan mengirimkan email ke pelanggan.
  5. Pelanggan mengkonfirmasi pelepasan domain dari registrar lama.
  6. Registrar lama melepas domain kepada registrar baru.
  7. Transfer sukses, dengan dikirimkannya pemberitahuan mengenai selesainya proses transfer. Dan Pelanggan sekarang memiliki kontrol penuh domainnya di registrar yang baru.
  8. Proses Transfer Domain secara umum berlangsung selama 5-7 hari, tergantung dari respon pelanggan dalam melakukan konfirmasi dari email yang dikirimkan kepadanya.

Demikianlah sekelumit proses Transfer Domain, semoga sedikit mencerahkan dan tidak membingungkan.. salam!

Cara Memilih Nama Domain

nama domain

Pemilihan Nama Domain

Nama domain yang lebih dikenal Domain Name,   atau cukup domain saja, yang anda gunakan untuk website adalah indentitas anda di Internet. Domain ini mewakili alamat anda di internet dan tentu saja mewakili merk (brand) perusahaan anda. Anda mempunyai ide yang bagus untuk membuat website yang menarik, produk yang menarik untuk dijual, informasi atau tutorial yang bagus yang akan anda bagi ke berbagai penjuru dunia melalui website anda, namun ketika anda berada pada posisi memilih nama domain, itu bisa jadi agak membuat anda ragu-ragu.

Kami di sini ingin memberikan poin-poin yang bisa dijadikan pertimbangan untuk anda ketika anda akan memilih nama domain untuk website anda :

Pemilihan nama yang sesuai

Anda harus pahami betul tujuan pembuatan website anda, karena hal ini merupakan faktor yang penting dalam pemutusan pemilihan nama domain. Nama domain yang anda pilih sedapat mungkin menggambarkan secara sepintas web anda, dan berhubungan dengan materi yang anda masukkan.

Nama Generik atau Nama Merk

Nama generik adalah penamaan yang mempergunakan kata-kata yang menggambarkan produk dan jasa yang ditawarkan. Ketika kita mengucapkan nama tersebut, langsung terbayang dalam benak kita tema apa yang terdapat dalam sebuah web, misalkan nama webhostingreseller.com, pastilah dengan mudah kita akan mengubungkannya dengan sebuah web yang berkaitan dengan reseller hosting. Nama ini bagus tetapi, karena sifat nama domain yang unik, maka tentu saja pilihan kata yang enak diucapkan menjadi terbatas, sehingga kata cenderung menjadi panjang. Tetapi dengan sedikit kreatifitas anda bukan tidak mungkin akan didapat nama yang enak dilafalkan dan tentu saja mudah diingat. 🙂

Sementara Nama Merk (Brand Name) adalah nama yang fungsinya sebagai simbol dari sebuah produk barang atau pun jasa, semisal Google atau Yahoo.

Sekarang pilihan tergantung pada anda, apakah akan menggunakan nama generik, brand, atau gabungan keduanya.

Lebih Pendek Lebih Baik

Dalam pakem nama domain, the shorter the better, lebih pendek nama, akan lebih mudah diingat, lebih mudah diketikkan di browser, dan lebih mudah dilafalkan untuk diceritakan kepada orang lain.

Hindari Konflik dengan Hak Cipta

Sebelum mendaftarkan nama domain anda, pastikan nama yang anda pilih tidak mempunyai kemiripan atau pun kesamaan dengan merk dagang/Hak cipta lain, walaupun nama tersebut belum ada yang menggunakannya di domain internet. Jika anda memilih nama domain yang melanggar hak cipta dari nama atau badan lain, maka pemegang hak cipta dapat menempuh jalur hukum untuk meminta anda menyerahkan nama domain yang telah anda daftarkan ke pemilik hak cipta tersebut.

Unik tetapi mudah di ucap dan ditulis

Nama domain yang unik akan lebih mudah diingat oleh pengunjung web anda. Nama tersebut harus pendek, enak di ucapkan dan ditulis. Jangan memaksa visitor web anda untuk mengingat nama yang panjang dan bertele-tele, karena mereka akan malas. Salah satu alat bantu yang digunakan untuk mendapatkan nama yang unik adalah Google Keyword Tool. Anda akan ditunjukkan keyword populer berdasarkan topok yang anda pilih, sehingga anda dapat membuat nama domain berdasarkan variasi gabungan keyword tersebut.

Keyword Rich

Entah bagaimana saya menerjemahkan kata ini, kaya akan keyword? pilihlah nama domain yang menjadi kata kunci yang berhubungan dengan materi web anda. Mudahnya begini, jika anda menjual produk sepatu pastikan ada kata sepatu dalam nama domain anda.

Brandable

Ketika anda memilih nama domain untuk merk, usahakan yang brandable, pilih nama yang unik pendek dan gampang diingat, biarpun oleh pengunjung pemula sekalipun.